Catatan Perjalanan Pendakian Argopuro (part 0) - Hijaubiru

Jumat, 28 Maret 2025

Catatan Perjalanan Pendakian Argopuro (part 0)

 

Akhir-akhir ini hujan turun hampir setiap hari. Hari-hari mendung kelabu begini bikin keingat bermacam memori terutama yang terjadi di musim hujan. Salah satu hal yang hampir selalu muncul di ingatan saya saat hujan turun deras tanpa henti begini adalah perjalanan pendakian ke Gunung Argopuro.

 

Satu hal ikonik yang membuat pendakian  itu identik dengan musim hujan adalah: karena selama enam hari hiking itulah kami bertujuh selalu diguyur hujan. Kami melalui jalur Baderan-Bermi jadi memang jalannya panjang. Waktu itu juga akhir Januari, jadi emang lagi musim penghujan.

 

Kejadiannya memang udah bertahun-tahun lalu, tapi masih memorable. Selain karena ingatan digembleng hujan saban hari, pendakian ke Argopuro jadi salah satu perjalanan paling berkesan buat saya karena banyak ceritanya! Trek ini merupakan jalur pendakian terpanjang di Jawa dan menjadi salah satu gunung yang pemandangannya bagus banget (vegetasinya macam-macam!). Flora dan faunanya juga kaya. Ditambah lagi dengan jejak sejarah berupa puing-puing bangunan dari zaman kolonial hingga zaman kerajaan Hindu yang masih berdiri di tengah-tengah hutan, tegak bergeming meski diterpa ganasnya cuaca pegunungan dan digerus zaman selama ratusan tahun.

 

Nature and history in one place? Yes, please!

 

By the way, karena pendakiannya lama (total 7 hari = 6 hari hiking + 1 hari perjalanan antarkota) maka catper (catatan perjalanan) ini bakal dibagi ke beberapa bagian. Soalnya kalau digabung satu postingan bakal panjaaang banget dan pasti pembaca (sekaligus yang nulis, wkwkwk) pusing.

 

Rencananya akan bikin satu postingan yang ngerangkum tujuh hari pendakian ini dalam satu postingan pendek. Well let’s see later...

 

Link postingan catatan perjalanan pendakian Argopuro:

🔗 Hari 0

🔗 Hari 1: Baderan – Mata Air 1

🔗 Hari 2: Mata Air 1 – Cikasur

🔗 Hari 3: Cikasur – Rawa Embik

🔗 Hari 4: Rawa Embik – Puncak

🔗 Hari 5: Sabana Lonceng – Danau Taman Hidup (DTH)

🔗 Hari 6: DTH – Desa Bermi

 

  

[NB: beberapa kisah dan penjelasan yang berhubungan dengan sejarah dan  kebumian diambil dari beberapa referensi. Namun, bisa aja ada kekeliruan dalam tulisan ini entah karena saya keliru memahami/interpretasi/ambil sumber. Jadi mohon maaf kalau ada ketidaktepatan isi, harap cross-check ke sumber yang lebih kredibel atau sumber primer]

 

 

Hari 0

 To be continued...

Tidak ada komentar: