Akhir-akhir ini hujan turun hampir setiap hari. Hari-hari
mendung kelabu begini bikin keingat bermacam memori terutama yang terjadi di
musim hujan. Salah satu hal yang hampir selalu muncul di ingatan saya saat
hujan turun deras tanpa henti begini adalah perjalanan pendakian ke Gunung
Argopuro.
Satu hal ikonik yang membuat pendakian itu identik dengan musim
hujan adalah: karena selama enam hari hiking itulah
kami bertujuh selalu diguyur hujan. Kami melalui jalur Baderan-Bermi jadi memang jalannya panjang. Waktu itu juga akhir Januari, jadi emang
lagi musim penghujan.
Kejadiannya memang udah bertahun-tahun lalu, tapi masih memorable.
Selain karena ingatan digembleng hujan saban hari, pendakian ke Argopuro jadi
salah satu perjalanan paling berkesan buat saya karena banyak ceritanya! Trek
ini merupakan jalur pendakian terpanjang di Jawa dan menjadi salah satu gunung
yang pemandangannya bagus banget (vegetasinya macam-macam!). Flora dan faunanya
juga kaya. Ditambah lagi dengan jejak sejarah berupa puing-puing bangunan dari
zaman kolonial hingga zaman kerajaan Hindu yang masih berdiri di tengah-tengah hutan,
tegak bergeming meski diterpa ganasnya cuaca pegunungan dan digerus zaman selama
ratusan tahun.
Nature and history in one place? Yes, please!
By the way, karena pendakiannya lama (total 7 hari = 6 hari hiking +
1 hari perjalanan antarkota) maka catper (catatan perjalanan) ini bakal dibagi
ke beberapa bagian. Soalnya kalau digabung satu postingan bakal panjaaang
banget dan pasti pembaca (sekaligus yang nulis, wkwkwk) pusing.
Rencananya akan bikin satu postingan yang ngerangkum tujuh
hari pendakian ini dalam satu postingan pendek. Well let’s see
later...
Link postingan catatan perjalanan pendakian Argopuro:
🔗 Hari 0
🔗 Hari 1: Baderan – Mata Air 1
🔗 Hari 2: Mata Air 1 – Cikasur
🔗 Hari 3: Cikasur – Rawa Embik
🔗 Hari 4: Rawa Embik – Puncak
🔗 Hari 5: Sabana Lonceng – Danau Taman Hidup (DTH)
🔗 Hari 6: DTH – Desa Bermi
[NB: beberapa
kisah dan penjelasan yang berhubungan dengan sejarah dan kebumian diambil
dari beberapa referensi. Namun, bisa aja ada kekeliruan dalam tulisan ini entah karena saya keliru memahami/interpretasi/ambil sumber. Jadi mohon maaf kalau
ada ketidaktepatan isi, harap cross-check ke sumber yang lebih kredibel atau
sumber primer]
Hari 0
To be continued...
Tidak ada komentar: